Saturday, May 16, 2020

Hari Permulaan

Selamat hari 16 yang ke 22 tahun. Hari yang ke 16 tahun ini akan sangat berbeda. Banyak hal-hal sudah yang sangat menyulitkan yang membuat diri terlihat menyakitkan. Tahun yang begitu berat. Banyak hal yang sudah terjadi namun, harus dipaksa untuk dilupakan. Hari yang seharusnya terlihat bahagia namun tidak. Karna ini bertepatan dengan hari saat dia mengucapkan kata perpisahan. Tepat sekali.

Aku bingung harus meng-ekspresikannya bagaimana?
Dari beberapa teman mengucapkan selamat penuh bahagia. Namun, terasa menyakitkan.
Karna bagiku, Ucapan selamat itu... Adalah sebuah rasa duka untuk hatiku.
Terdengar menyedihkan.

Hari 16 yang ke 22 tahun ini aku mengalami banyak masa sulit. Entah bagaimana aku tak yakin akan terlihat baik-baik saja setelah ini. Bahkan hari ini- Tidak ada ucapan selamat dari siapapun yang aku tunggu. Rasanya biasa-biasa saja seperti biasanya mungkin, ini lebih menyedihkan dari biasanya.

Hari semua orang mempunyai hari spesial untuk dirayakan penuh bahagia karna terasa terlahir kembali. Tidak denganku, hari ini dimana aku harus mengistirahatkan diri dari sosial media. 

Nama asli akun yang biasanya tidak akan bisa ditemukan lagi di media sosial. Ini  bukan perpisahan. Hanya saja...

Aku tidak ingin melihat kabar apapun baik menyenangkan ataupun menyedihkan dari dunia maya. 

tenang aku masih ada namun bukan sebagai seorang yang disapa seperti dulu. Bukan menghilang, Aku masih tetap menulis karna apapun dan bagaimanapun yang terjadi tulisan-tulisanku selalu menjadi teman paling jujur terhadap diri sendiri.

Meskipun sekarang aku berbeda. Aku masih menjadi diri aku sendiri. Benar-benar diriku sendiri.

Terima kasih untuk ucapannya...
Tahun ini bukan lagi selamat hari ulang tahun. Melainkan...

Selamat hari duka.


Senjala_